Tuesday, February 13, 2018

GIFT




           
Dahulu Lim adalah anak dari keluarga yang miskin , ia dan ayahnya tinggal bersama dalam satu rumah . Lim adalah Anak yang masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama .

Lim berbeda dengan anak yang lainnya karena dia di lahirkan dari keluarga yang kurang mampu , Setiap saat dia berkata dengan ayahnya Jim “ Pah kenapa kita tidak kaya  “ . Aku malu , aku tidak seperti anak yang lainnya . Yang bisa berpakaian bagus dan Diantar jemput oleh Orang tuanya , Mendengar hal itu Jim hanyalah tersenyum . Jim adalah kuli Bangunan , pembagi brosur dan apapun pekerjaanya yang bisa ia lakukan akan di lakukannya termasuk menjadi seorang Badut .

Suatu waktu Lim melihat ayahnya yang Sedang Menjadi Badut alangkah malunya ia melihat pekerjaan ayahnya seperti itu , ia langsung berlari dan bergegas pulang kerumah , Dan sesampainya ia dirumah menangis dan berkata “ Ya Tuhan kenapa Aku harus seperti ini “ . Tak disangka ternyata Jim Mendengar bisikan anaknya Lim Kepada tuhannya itu , Ia hanya bisa terdiam Dan bersedih .

Dan di lain waktu Lim Melihat Sosok pria yang seperti ayahnya Sedang Mengumpulkan Sampah tapi ia tidak percaya jika memang itu sosok ayahnya lalu Lim mendekati pria itu , dan alangkah terkejutnya bahwa sesosok pria itu adalah ayahnya Jim . Ia menangis lalu mendorong ayahnya lalu ia pergi . Ayahnya hanya bisa Menangis dan Terdiam melihat Sikap anaknya yang seperti itu .

Sesampainya dirumah ia hanya mendapati Lim yang sedang mengurung diri di kamarnya dan tidak mau keluar dari kamarnya , Bagaimanapun dan apapun pekerjaanya , Jim adalah orang yang baik ia selalu menyisihkan Sebagian Uangnya untuk di donasikan Kepada orang yang lebih membutuhkan daripada dia .

Keesokan harinya Lim melihat Ayahnya yang sedang Pergi Ke Yayasan Panti , ia Lalu mengikuti ayahnya secara diam – diam . Namun Tidak sangka ia terkejut sekali ketika ia melihat Ayahnya mendonasikan Sebagian uangnya untuk Yayasan Panti itu . Dan ketika Jim Sampai dirumah Lim bertanya kepada Ayahnya “ Pa kenapa kamu memberikan uang itu , dan kenapa kita Tidak kaya “ . Mendengar perkataan itu Jim tersenyum dan ia berkata kepada anaknya “ Who says We’re not rich ? Being rich is not about how much you have , but how much you can give “ .

Lambat laun Lim tumbuh dan menjadi dewasa ia pergi untuk suatu pekerjaan dan harus meninggalkan ayahnya seorang diri keluar negri . setiap Malam Tahun Baru Jim selalu menelfon anaknya Lim agar mengadakan Reuni untuk makan bersama pada malam tahun baru , tapi Lim selalu menolak dan lebih memilih pekerjaanya , Ia selalu bilang Agar tahun baru berikutnya saja . Pada saat itu jim sedang sakit dan Jim Sangat bersedih karena yang dia ingin hanya Sosok anaknya Sekali saja untuk bertemu tapi jim mengerti Lim tampak Sedang sangat sibuk .

Tahun demi tahun berlalu Jim Selalu mendonasikan Sebagaian pendapatanya untuk Didonasikan  Kepada Yayasan tersebut , dan menajalani pekerjaannya setiap harinya walaupun ia sedang sakit . Karena kondisinya yang Sedang sakit tidak berapa lama pun Jim Meninggal .

Dan pada suatu hari Lim mendapatkan surat dengan ucapan terima kasih dari Tempat Yayasan tersebut lalu Lim teringat oleh ayahnya , ia bergegas pergi ke yayasan tersebut . Sesampainya ia datang ia sangat di hormati disana , ia berbincang dengan managernya tentang ayahnya yang selalu mendonasikan Pendapatan nya tersebut . ia pun rela menjadi badut untuk menyemangati Anak – anak yang kekurangan mental . Tidak berapa lama ia Mendapati Sebuah piagam pengakuan dari Yayasan panti itu dan managernya berkata ini untukmu ayahmu hanya ingin kau tahu .

Lalu Lim pulang dengan Perasaan yang sangat sedih sekali Dan teringat akan kata – kata ayahnya dahulu , Lim baru menyadari bahwa Selama ini ayahnya Mengajarkan Untuk selalu Memberi kepada orang lain , Kita bisa saling memberi yang kita punya tidak harus dengan uang . jika tidak mempunyai uang kita masih bisa untuk memberikan Moral .


(“ HIDUP BUKAN TENTANG SEBERAPA BANYAK YANG MAMPU KITA DAPAT TAPI SEBERAPA BANYAK KITA MAMPU MEMBERI ”)

No comments:

Post a Comment