Dahulu Lim adalah anak dari keluarga yang miskin , ia dan
ayahnya tinggal bersama dalam satu rumah . Lim adalah Anak yang masih duduk di
bangku Sekolah Menengah Pertama .
Lim berbeda dengan anak
yang lainnya karena dia di lahirkan dari keluarga yang kurang mampu , Setiap
saat dia berkata dengan ayahnya Jim “ Pah kenapa kita tidak kaya “ . Aku malu , aku tidak seperti anak yang
lainnya . Yang bisa berpakaian bagus dan Diantar jemput oleh Orang tuanya ,
Mendengar hal itu Jim hanyalah tersenyum . Jim adalah kuli Bangunan , pembagi
brosur dan apapun pekerjaanya yang bisa ia lakukan akan di lakukannya termasuk
menjadi seorang Badut .
Suatu waktu Lim melihat
ayahnya yang Sedang Menjadi Badut alangkah malunya ia melihat pekerjaan ayahnya
seperti itu , ia langsung berlari dan bergegas pulang kerumah , Dan sesampainya
ia dirumah menangis dan berkata “ Ya Tuhan kenapa Aku harus seperti ini “ . Tak
disangka ternyata Jim Mendengar bisikan anaknya Lim Kepada tuhannya itu , Ia hanya
bisa terdiam Dan bersedih .
Dan di lain waktu Lim Melihat
Sosok pria yang seperti ayahnya Sedang Mengumpulkan Sampah tapi ia tidak
percaya jika memang itu sosok ayahnya lalu Lim mendekati pria itu , dan
alangkah terkejutnya bahwa sesosok pria itu adalah ayahnya Jim . Ia menangis
lalu mendorong ayahnya lalu ia pergi . Ayahnya hanya bisa Menangis dan Terdiam
melihat Sikap anaknya yang seperti itu .
Sesampainya dirumah ia
hanya mendapati Lim yang sedang mengurung diri di kamarnya dan tidak mau keluar
dari kamarnya , Bagaimanapun dan apapun pekerjaanya , Jim adalah orang yang
baik ia selalu menyisihkan Sebagian Uangnya untuk di donasikan Kepada orang
yang lebih membutuhkan daripada dia .
Keesokan harinya Lim
melihat Ayahnya yang sedang Pergi Ke Yayasan Panti , ia Lalu mengikuti ayahnya secara
diam – diam . Namun Tidak sangka ia terkejut sekali ketika ia melihat Ayahnya
mendonasikan Sebagian uangnya untuk Yayasan Panti itu . Dan ketika Jim Sampai
dirumah Lim bertanya kepada Ayahnya “ Pa kenapa kamu memberikan uang itu , dan
kenapa kita Tidak kaya “ . Mendengar perkataan itu Jim tersenyum dan ia berkata
kepada anaknya “ Who says We’re not rich ? Being rich is not about how much you
have , but how much you can give “ .
Lambat laun Lim tumbuh
dan menjadi dewasa ia pergi untuk suatu pekerjaan dan harus meninggalkan
ayahnya seorang diri keluar negri . setiap Malam Tahun Baru Jim selalu menelfon
anaknya Lim agar mengadakan Reuni untuk makan bersama pada malam tahun baru ,
tapi Lim selalu menolak dan lebih memilih pekerjaanya , Ia selalu bilang Agar
tahun baru berikutnya saja . Pada saat itu jim sedang sakit dan Jim Sangat
bersedih karena yang dia ingin hanya Sosok anaknya Sekali saja untuk bertemu
tapi jim mengerti Lim tampak Sedang sangat sibuk .
Tahun demi tahun berlalu
Jim Selalu mendonasikan Sebagaian pendapatanya untuk Didonasikan Kepada Yayasan tersebut , dan menajalani
pekerjaannya setiap harinya walaupun ia sedang sakit . Karena kondisinya yang
Sedang sakit tidak berapa lama pun Jim Meninggal .
Dan pada suatu hari Lim
mendapatkan surat dengan ucapan terima kasih dari Tempat Yayasan tersebut lalu
Lim teringat oleh ayahnya , ia bergegas pergi ke yayasan tersebut . Sesampainya
ia datang ia sangat di hormati disana , ia berbincang dengan managernya tentang
ayahnya yang selalu mendonasikan Pendapatan nya tersebut . ia pun rela menjadi
badut untuk menyemangati Anak – anak yang kekurangan mental . Tidak berapa lama
ia Mendapati Sebuah piagam pengakuan dari Yayasan panti itu dan managernya
berkata ini untukmu ayahmu hanya ingin kau tahu .
Lalu Lim pulang dengan
Perasaan yang sangat sedih sekali Dan teringat akan kata – kata ayahnya dahulu
, Lim baru menyadari bahwa Selama ini ayahnya Mengajarkan Untuk selalu Memberi
kepada orang lain , Kita bisa saling memberi yang kita punya tidak harus dengan
uang . jika tidak mempunyai uang kita masih bisa untuk memberikan Moral .
(“
HIDUP BUKAN TENTANG SEBERAPA BANYAK YANG MAMPU KITA DAPAT TAPI SEBERAPA BANYAK
KITA MAMPU MEMBERI ”)

No comments:
Post a Comment